BETTY PURNAMASARI

Berpacu menjadi yang terbaik

Sistem Linear dan Non-linear

24 September 2012 - dalam Pemodelan Fisiologi Oleh betty-p--fst09

holaa... kali ini saya akan membahas tentang pertemuan kedua mata kuliah pemodelan fisiologi. disini akan dibahas tentang sistem linear dan non linear.

Sesungguhnya semua hal di dunia ini merupakan sesuatu yang fix. Sesuatu fix tersebut ialah sesuatu yang telah tereplika dengan baik. Namun tidak menutup kemungkinan sesuatu hal tersebut dapat berdifat sensitif. Jika pada suatu tempat suatu hal menghasilkan hasil yang berbeda di tempat yang lain maka hal tersebut adalah hal yang random dan termasuk hal yang sensitif. Ketika membuat model fisiologi dari hal atau wilayang yang termasuk sensitif, maka model yang dibuatpun harus dapat mengikuti sifat sensitif aslinya.

Dikarenakan adanya hal-hal yang bersifat fix dan sensitif maka terbagilah sistem pemrograman menjadi 2 bagian yaitu linear dan non-linear. Pemrograman linear akan bekerja mengeluarkan outputnya sesuai dengan input yang diberikan. Misalnya saja mesin tersebut diprogram untuk megerjakan atau melakukan hal ‘a’ maka mesin tersebut akan mengeluarkan output ‘a’.

Namun jika sebuah mesin diprogram dengan menggunakan sistem non-linear, maka mesin tersebut akan bekerja secara sensitif yang artinya output yang dikeluarkan dapat secara otomatis berubah-ubah sesuai dengan input dengan sendirinya (sensitif). Output dari program linear ini akan menyesuaikan sendiri dengan  input yang dihadapinya. Tentunya program non-linear ini telah mengalami tahap pembelajaran dahulu sehingga mesin yang memiliki program tersebut dapat disebut dengan mesin pintar karena telah memiliki kecerdasan buatan untuk menentukan goal / outputnya sendiri.

Sistem linear dan non-linear dalam fisiologis tubuh manusia :

Mengenai sistem fisiologis tubuh manusia memang bisa jika digolongkan dalam linear atau non-linearnya, namun semua hal tersebut tergantung dari kerja dan sifat sensitiv sistem itu sendiri.

Contoh sistem non-linear adalah jantung, jantung dapat digolongkan sebagai sistem yang non-linear karena jantung selalu bekerja memompa darah secara ritmik tanpa diperintah walaupun kita dalam keadaan tidur. Namun terkadang ada saatnya jantung memompa darah menjadi lebih cepat dan terkadang aritmik seperti saat kita mengalami shock atau setelah aktivitas yang melelahkan. Hal tesebut dipengaruhi oleh kebutuhan oksigen kita yang meningkat oleh karena itu kegiatan/aktivotas jantung menjadi meningkat.

Sedangkan untuk contoh sistem linear dapat dilihat dari sistem pengendali suhu tubuh manusia yang dikenal dengan ‘homeostasis’. Saat tubuh manusia berada dalam suhu yang tinggi maka secara otomatis tubuh akan dapat mengembalikan suhunya dalam keadaan normal yaitu dengan membukanya pori-pori dikulit kemudian berkeringat sehingga kalor dalam tubuh akan keluar. Sedangkan jika dalam tubuh berada dalam suhu dingin maka tubuh akan mengecilkan pori-pori dan mengigil sehingga otot-otot bergerak dan akan menghasilkan kalor yang dapat membantu meningkatkan suhu tubuh menjadi normal kembali.

Untuk masalah sistem peralatan kedokteran, kebanyakan atau hampir semua peralatan dokter yang berhubungan langsung dengan tubuh pasien menggunakan masih mesin dengan sistem yang linier. Seperti contohnya saja selang infus, robot pembedah, syringe pump, dll yang mana output yang dihasilkan tersebut masih bergantung dari inputan yang diberikan oleh user. Jika alat tersebut dapat bekerja menyesuaikan sendiri dengan fisiologis tubuh manusia maka alat tersebut dapat dikategorikan non-linier. Sejauh ini program-program non-linear dalam bidang kedokteran hanya digunakan dalam sistem yang belum bersentuhan langsung dengan tubuh pasien. Contohnya saja robot pengantar obat, mesin-mesin pendeteksi dan penganalisis penyakit.

Demikian yang dapat saya sampaikan.

Available to comment :)



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :